Operasi SAR KM Virgo Tidak Dihentikan !

oleh -69 views

Kalseltenginfo.com, Banjarmasin – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban KM Virgo Transport 8 dipastikan terus berlanjut meski telah memasuki hari ke-21.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan tidak akan menutup operasi selama masih terdapat korban yang belum ditemukan.

Hingga Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 22.00 WITA, sebanyak 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes kapal.

Rinciannya, 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia, sementara 55 korban lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii menegaskan, keputusan melanjutkan operasi SAR merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mengupayakan pencarian dan evakuasi korban semaksimal mungkin, termasuk mereka yang diduga masih berada di dalam bangkai kapal.

“Operasi SAR tetap dilaksanakan secara simultan selama tidak dihentikan, tidak ditutup. Karena kita masih meyakini bahwa mudah-mudahan di dalam kapal ini masih ada korban-korban yang bisa nanti kita evakuasi dan kita serahkan kepada keluarga dalam kondisi terhormat,” ujar Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-21 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam (03/10/2026).

Menurutnya, perhatian khusus pemerintah tetap diarahkan pada upaya menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya. Pelaksanaan operasi akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kemampuan unsur pencarian serta pertolongan.

“Karena itu, yang menjadi perhatian khusus pemerintah untuk bisa melakukan semaksimal mungkin operasi terhadap korban kapal Virgo yang belum ditemukan,” katanya lagi.

Operasi SAR Disesuaikan di Tiga Wilayah

Pasca operasi SAR hingga mencapai 21 hari, Basarnas melakukan penyesuaian pelaksanaan operasi melalui tiga wilayah kerja, yakni Kantor SAR Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kantor SAR Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan Kantor SAR Pontianak, Kalimantan Barat.

Syafii menyebutkan posko utama di Banjarmasin tetap dipertahankan sebagai pusat koordinasi operasi SAR. Penyesuaian terutama menyangkut jumlah personel, sedangkan unsur pendukung tetap dilibatkan sesuai kebutuhan pencarian dan evakuasi.

“Posko yang berada di Banjarmasin ini tidak berubah. Yang berubah adalah penyesuaian terkait dengan mungkin jumlah personel, tapi unsur-unsurnya saya rasa tidak akan mengalami perubahan,” jelas Syafii.

Ia memastikan koordinasi tetap melibatkan unsur TNI, Kepolisian, Kesyahbandaran, pihak pemilik kapal, serta seluruh unsur terkait lainnya.

Dalam perkembangan operasi, penyisiran permukaan air terus dioptimalkan dan diperluas hingga kawasan pesisir.
Sementara itu, penyelaman di dalam air dihentikan menyusul kondisi bangkai kapal yang mulai miring dan berisiko tinggi terhadap keselamatan penyelam.

Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel tanpa mengurangi komitmen pencarian terhadap 55 korban yang masih hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.