Menhut Raja Antoni Tinjau Karhutla di Kalsel

oleh -114 views

Kalseltenginfo.com, Banjarbaru – Menteri Kehutanan Raja Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu sore (23/08/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Raja Antoni melihat kondisi lahan gambut yang masih mengeluarkan asap meski api di permukaan sudah tidak terlihat.

Kondisi itu menunjukkan proses pembakaran masih terjadi di bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan penanganan secara menyeluruh.

Raja Antoni mengatakan lokasi yang ditinjau merupakan area non-kawasan yang berbatasan dengan hutan lindung. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare.

“Karena ini daerah gambut, memang tidak ada api di atas tapi dari bawah masih ada asap. Oleh karena itu pekerjaan ini harus dilakukan secara detail agar tidak ada muncul api lagi,” ujar Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla.

Menurutnya, karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman memiliki tantangan tersendiri. Api yang berada di bawah permukaan tanah dapat bertahan lama dan berpotensi kembali muncul apabila tidak dilakukan pembasahan secara maksimal.

Sementara itu, kondisi titik panas atau hotspot di Kalimantan Selatan mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Sipongi, jumlah hotspot pada 21 Agustus tercatat mencapai 157 titik, kemudian turun menjadi 11 titik pada malam 22 Agustus pukul 21.00 WIB.

Namun, berdasarkan pemantauan pada 23 Agustus pukul 06.00, jumlah hotspot kembali meningkat menjadi 44 titik. Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tapin.

Raja Antoni menyebut penurunan titik panas sebelumnya tidak terlepas dari operasi gabungan yang dilakukan berbagai unsur, mulai dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, hingga BNPB.

Selain pemadaman darat, operasi udara melalui water bombing juga terus dilakukan. Dalam satu hari, tercatat sebanyak 176 kali pengeboman air dilakukan untuk menekan penyebaran karhutla di Kalimantan Selatan.

Menurut Raja Antoni, operasi gabungan tersebut efektif dalam menurunkan jumlah titik panas. Namun, ia mengingatkan seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca kering masih berpotensi memicu munculnya kebakaran baru.

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengingat ancaman karhutla masih tinggi dengan kondisi El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga puncaknya pada September mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.