Kalseltenginfo.com, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyatakan kesiapan Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan apabila Presiden RI melakukan kunjungan kerja ke daerah tersebut. Kunjungan Presiden masih bersifat tentatif dan menyesuaikan agenda nasional.
Menurut Muhidin, Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan telah dipersiapkan sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu maupun mereka yang sempat putus sekolah. Fasilitas yang tersedia dinilai sudah memadai untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Kalau Presiden datang, Sekolah Rakyat siap ditinjau. Fasilitasnya lengkap dan memang dirancang untuk anak-anak yang membutuhkan,” ujar Muhidin di Banjarbaru, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga menjamin kebutuhan dasar peserta didik. Mulai dari ketersediaan komputer, asrama, konsumsi harian, hingga pendidikan keagamaan yang menjadi bagian dari kurikulum.
Muhidin menegaskan, program ini memiliki mekanisme seleksi ketat agar tepat sasaran. Anak-anak yang berasal dari keluarga mampu tidak masuk dalam kriteria penerima manfaat.
“Setiap kabupaten dan kota dilakukan penilaian. Kalau orang tuanya masih mampu, tentu tidak masuk. Ini untuk anak-anak yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Gubernur berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Kalimantan Selatan. Ia juga berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menekan angka putus sekolah.
“Pendidikan adalah kunci. Dengan Sekolah Rakyat, kita ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi,” pungkas Muhidin.





